LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP PENERAPAN KURIKULUM 2013 SMA/SMK KABUPATEN BANJARNEGARA BATURADEN PURWOKERTO, 19 – 20 JANUARI 2013

  1. Nama Kegiatan        : Workshop Penerapan Kurikulum 2013 SMA/SMK Kabupaten      
  2. Penyelenggara        : Panitia Workshop Kurikulum 2013 SMA/SMK Kabupaten Banjarnegara
  3. Dasar Keikutsertaan : Surat dari Panitia Workshop Kurikulum 2013 SMA/SMK Kabupaten Banjarnegara Nomor. 01/WK SMa-SMK/I/2013 perihal Undangan Workshop tanggal 12 Januari 2013.
  4. Perwakilan SMK Negeri 2 Bawang : a. Drs. Firdaus Achmad, M.M. (Kepala Sekolah); b. Agus Saefudin, S.Pd.  (Wakasek 1. Kurikulum dan Ketenagaan / Guru Mapel. TAV); c. Dhian Nur Laeli, S.Pd.                     (Urs. Pengajaran / Guru Mapel. Matematika)
  5. Waktu Kegiatan     : Sabtu – Minggu, 19 – 20 Januari 2013 .
  6. Jadwal Kegiatan

Hari, Tanggal

Kegiatan

Waktu

Nara Sumber / Petugas

Sabtu,

19 januari 2013

  1. Pendaftaran Peserta
  2. Pembukaan
  3. Ishoma
  4. Materi I : Kebijakan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara
  5. Materi II : Sosialisasi Kurikulum 2013
  6. Ishoma

12.00 – 13.00

14.00 – 17.00

17.30 – 19.00

19.30 – 20.30

20.30 – 22.00

22.15 – 07.00

Panitia

Panitia

Panitia

Kepala Dindikpora Kab. Banjarnegara (Drs. Muhdi)

Puskur Jakarta

(Drs. Naniwati, M.Si.)

Panitia

Minggu,

20 januari 2013

  1. Materi III : Outbond
  2. Ishoma
  3. Penutupan

07.30 – 10.30

10.30 – 11.30

11.30 – 12.00

Instruktur

Panitia

Panitia

 

HASIL KEGIATAN

  1. Pembukaan 
    1.  Menyanyikan lagu Indonesia Raya
    2.               Do’a Pembukaan oleh Drs. H. Ibnu Azhar, M.M.

    1. Sambutan dan Pembukaan oleh Ketua Penyelenggara (Drs. Firdaus Achmad, M.M.)

  • Bersyukur karena telah diberi ilmu sehingga dapat bertemu dalam acara Workshop Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 di Baturaden Purwokerto;
  • Kegiatan ini juga merupakan sillaturahmi antara SMA dengan SMK.
  • Kegiatan Workshop Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 dilatar belakangi bahwa pada hari Minggu, 13 januari 2013 Pengurus MKKS SMA dan SMK Kabupaten Banjarnegara telah menerima informasi secara langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Muh. Nuh)) tentang Kurikulum 2013;
  • Tujuan kegiatan ini adalah sillaturahmi dan bersama-sama mendengarkan Kurikulum 2013 dari sumber utama dari Pusat Kurikulum Jakarta dan selanjutnya akan dilaksanakan pembahasan Struktur Kurikulum SMA dan SMK secara terpisah dikarenakan SMK terlalu rumit;
  • Jumlah peserta Workshop Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 adalah 68 terdiri dari 26 SMA dan 42 SMK, peserta adalah Kepala SMA/SMK, Wakasek. Kurikulum, dan guru;
  • Waktu pelaksanaan kegiatan 2 hari, yaitu Sabtu – Minggu, 19 – 20 Januari 2013;
  • Sumber Dana adalah gotong royong dari seluruh peserta dan tidak ada sponsor;
  • Harapan setelah kegiatan: (1) tidak ada lagi pembeda/jarak antara SMA dengan SMK, (2) Anak-anak di Banjarnegara adalah anak kita bersama, sehingga diharapkan kita dapat meberikan layanan pendidikan terbaik bagi Banjarnegara dan dalam waktu dekat saat pelaksanaan PPDB tidak lagi terjadi miskomunikasi dan saling gontok-gontokan;
  • Kegiatan Workshop Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 dibuka dengan mengucapkan basmallah.

 

2. Sambutan Pengarahan dan Materi I : Kebijakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara oleh Kepala Dindikpora Drs. H. Muhdi

  • Kepala Dindikpora Kab. Banjarnegara menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak/Ibu guru karena telah dengan ikhlas mengikuti kegiatan Workshop Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 pada hari libur (akhir pecan) sehingga meninggalkan keluarga;
  • Disampaikan penghargaan karena dua kekuatan dalam duania pendidikan di Banjarnegara, yaitu: SMA dan SMKI bertemu dalam satu kegiatan bersama;
  • Dinamika pendidikan di Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada permasalahan Kurikulum 2013 dan penghapusan RSBI;
  • Kurikulum 2013 menurut Kepala Dindikpora Kab. Banjarnegara sebenarnya tidak berubah masih tetap KTSP hanya beberapa substansi disesuaikan karena salah satu pilar pembangunan pendidikan adalah mengenai relevansi, sehingga hal-hal yang sudah tidak relevan harus disesuaikan dan tuntutan jaman berubah dan generasi juga berubah;
  • Ledakan Generasi Emas diperkirakan terjadi pada kurun waktu 2020 – 2050 yang dikatakan dapat membuat sebuah Negara baru. Hal ini harus disikapi dan diantisipasi dengan memberikan warisan yang terbaik pada mereka melalui dunia pendidikan;
  • Yang disampaikan dalam materi uji publik diharapkan dapat menyerap aspirasi dan masukan-masukan dari masyarakat untuk melengkapi dan menyempurnakan draft Kurikulum 2013;
  • Guru diharapkan tidak perlu takut karena merupakan khalifah di muka bumi;
  • Pesan Kepala Dindikpora Kab. Banjarnegara agar kualitas yang selama ini telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan terus melalui strategi dan program-program layanan pendidikan berkualitas dan Dindikpora akan mendukung/membackup program dari sekolah.

 

  1. Materi II : Sosialisasi Kurikulum 2013 oleh Drs. Niniswati, M.Si. (Kasubdit. Pembelajaran Seksi Pelaksanaan Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan republic Indonesia)
  • Kemendikbud Pusat melayani kebutuhan masyarakat, bukan ganti menteri ganti kurikulum. KTSP yang  mulai diterapkan tahun 2006 belum selesai sudah diganti dengan Kurikulum 2013. KTSP banyak mendapat kritikan dan julukan dinataranya Kurikulum Tidak Siap Pakai atau Kurikulum Terserah Sekolahe Panjenengan. Hal ini dikarenakan di lapangan guru tidak siap dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum dan banyak terjadi copy paste antara sekolah satu dengan yang lain tanpa melalui adopt and adapt, meskipun sesungguhnya boleh melakukan adopsi kurikulum dari sekolah lain tetapi tetap harus diadaptasikan dengan kondisi sekolah yang ada, missal dalam hal sarana dan prasarana. Berangkat dari hal ini maka DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersepakat untuk mengubah kurikulum. Hal ini juga dilatarbelakangi kondisi kenakalan remaja jaman sekarang yang sangat marak (tawuran, narkoba, seks bebas, dan hedonism) serta teori tentang metakognitif yang menyatakan bahwa anak-anak seyogyanya tidak hanya diberi teori ilmu tetapi juga sampai pada tingkatan metakognitif yang merupakan kemampuan menyesuaikan diri dan berpikir tentang lingkungannya. Demikian juga hasil evaluasi para ahli/professor bidang pendidikan dan kementerian yang menytakan sudah saatnya kurikulum diubah menjadi lebih baik lagi;
  • Disajikan materi paparan Mendikbud (M. Nuh) dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. Hal yang mendapatkan perhatian adalah bahwa kelompok mata pelajaran pada kurikulum 2013 dibagi menjadi 3, yaitu:

a)         Kelompok A, meliputi: Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Sejarah Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Dalam Kelompok A ini antara SMA dengan SMk sama dan semua materi, silabus dan buku yang terdiri dari buku pegangan guru, buku pegangan siswa, dan silabujs disiapkan semuanya oleh pusat dan sekolah tinggal menggunakan saja;

b)        Kelompok B, meliputi: Seni Budaya, Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Olah Raga. Kelompok B ini pengembangan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing;

c)         Kelompok C, merupakan kelompok peminatan. Perbedaan antara antara SMA dan SMK terletak pada mata pelajaran kelompok C ini. Contoh usulan mata pelajaran yang termasuk pada Kelompok Peminatan SMK adalah Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris Vokasi dan Keterampilan/Kejuruan.

  • Permasalahan Kurikulum 2006, yaitu:
  1. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak;
  2. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional;
  3. Kompetensi belum menggambarkan secara holistic domain sikap, keterampilan dan pengetahuan;
  4. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya: pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skill dan hard skill, dan kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum;
  5. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan social yang terjadi pada tingkat local, nasional, maupun global;
  6. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru;
  7. Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (si9kap, keterampilan dan pengetahuan) dan belum tegas menuntut adanya remidiasi secara berkala;
  8. Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
  • Contoh struktur kurikulum ditunjukkan oleh tabel berikut.

Tabel 1. Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah

Struktur Kurikulum

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2. Contoh Usukan Struktur Kurikulum SMK Bidang Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa

Struktur Kel C_SMK Tekind

Hasil Diskusi: Usulan Struktur Kurikulum SMK Kab. Banjarnegara Bidang Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa

Struktur Kurikulum SMK Kab. Banjarnegara Bidang Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa yang diusulkan dalam diskusi Kepala Sekolah, Wakasek. Kurikulum dan guru-guru SMK Tekind ada perbedaan dengan contoh usulan dari Kemendikbud, yaitu dalam hal:

a)      Diterapkannya system blok untuk mata pelajaran wajib pada kelompok A, yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, serta Kelompok B untuk Seni Budaya.  Mata pelajaran-mata pelajaran ini diajarkan hanya pada kelas X dan XI saja;

b)      Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Bahasa Inggris diajarkan dari kelas X hingga XII. Hal ini didasarkan bahwa pendidikan agama merupakan pembentuk akhlakul karimah yang utama saat siswa bersekolah, sedangkan mata pelajaran Bahasa Inggris diajarkan pada kelas XII semester 5 dan 6 adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan berbahasa Inggris yang dapat diterapkan dalam dunia usaha/industri, termasuk di dalamnya pada tingkat XII lebih berorietasi pada bahasa Inggris aplikatif untuk profesinya/vokasi;

c)       Diajarkannya mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dari kelas X sampai dengan XII dengan pertimbangan bahwa siswa perlu dibekali keterampilan karya (produk) yang mempunyai nilai ekonomi (nilai jual) sesuai dengan kompetensi keahliannya, termasuk pada tingkatan lebih tinggi dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri (wirausaha);

d)      Dimasukkannya mata pelajaran Keterampilan Komputer Pendukung Kompetensi pada kelompok C dan diajarkan pada kelas X dan XI. Hal ini didasarkan bahwa kompetensi keahlian yang dikuasai siswa dapat senantiasa diperbaharui sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kemajuan jaman karena dengan menguasai ilmu komputer maka akan dapat mengembangkan diri dengan lebih baik.

Demikian laporan yang dapat disusun. Catatan yang seharusnya menjadi perhatian kita semua dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi Kurikulum 2013 mendatang menurut hemat kami adalah:

1. Struktur Kurikulum yang disampaikan di atas masih belum final artinya masih ada kemungkinan perbaikan dan kita berharap pada akhirnya semua adalah yang terbaik untuk anak didik kita;

2. Prakerin yang dilaksanakan pada tingkat XII selama 4 bulan perlu dicermati dengan sungguh-sungguh dan diprogam dengan lebih baik lagi karena menjalin kerja sama dengan dunia usaha/industri tidak lah mudah;

3. Ujian Nasional yang dilaksanakan di Kelas XI perlu mendapat perhatian yang serius karena menyangkut kelulusan sekolah siswa kita dan banyak aspek yang harus diperhatikan kaitannya dengan psikologi dan kesiapan siswa menhadapi Ujian Nasional lebih dini;

4. Kelas XII menitikberatkan pada penguasaan kompetensi keahhlian dan persiapan memasuki dunia kerja. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus berkaitan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang akan mengeluarkan sertifikat kompetensi keahlian di Banjarnegara belum ada dan bagaimana dengan siswa yang mempunyai ciita-cita untuk melanjutkan ke peguruan tinggi ?

Ehmm… masih banyak yang harus didiskusikan dan kita pikirkan bersama untuk kebaikan akan-anak kita semua.

Wallahu’alam bi showab.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: