Usulan Struktur Kurikulum SMK se_Kab. Banjarnegara Program Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa

Usulan Struktur Kurikulum SMK se-Kab. Banjarnegara untuk Program Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa ditunjukkan oleh Tabel berikut.

Struktur Kurikulum Usulan SMK Banjarnegara

Dari tabel di atas, pada Kelompok C (Peminatan dan Vokasi) seharusnya masih ditambah dengan mata pelajaran Fisika dan Kimia.

Bagaimana dengan pendapat anda?

Beberapa hal yang patut menjadi perhatian kita adalah sebagai berikut:

  1. Bahasa Jawa diusulkan terintegrasi dengan mata pelajaran Seni dan Budaya. Menurut hemat saya sesungguhnya akan jauh lebih baik jika Bahasa Jawa berdiri sendiri sebagai mata pelajaran karena substansi materi pembelajaran dan tujuannya berbeda. Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran merupakan salah satu upaya dalam nguri-uri kabudayan Jawi dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya luhur orang-orang Jawa. Apa jadinya jika orang Jawa sudah tidak lagi bisa berbahasa Jawa, tidak mengenal unggah-ungguh basa pun tidak njawani. Mata Pelajaran Bahasa Jawa tetap punya urgensi yang tinggi dalam menopang tegaknya budaya Jawa dan juga lestarinya nilai-nilai luhur, karakter bangsa dan budi pekerti yang baik.
  2. Praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa SMK merupakan salah satu wahana untuk mengenal dunia kerja (dunia usaha/industri) yang nyata dalam masa belajarnya untuk itu kegiatan prakarin dapat dikatakan berhasil jika siswa SMK mempunyai gambaran dan kerja yang nyata tentang dunia usaha/industri. dalam hal ini mutlak SMK membutuhkan dukungan dunia usaha/industri. Sehubungan dengan jumlah SMK yang semakin banyak ditambah dengan bervariasinya kompetensi keahlian siswa maka diperlukan perencanaan dan koordinasi yang baik bagi SMK dalam kegiatan prakerin ini. Pada kurikulum 2013 yang telah digodok salah satu usulan alternatif prakerin dilaksanakan pada tingkat XII semester 5 seama 4 bulan. Hal ini memerlukan perhatian dari poka prakerin SMK untuk merencakan program prakerin yang lebih baik lagi.
  3. Lulusan SMK menurut hemat saya selama ini memiliki banyak peluang dalam menjalani kehidupan setelah terjun di masyarakat, yaitu: (a) dapat bekerja sesuai dengan kompetensi keahliannya pada dunia usaha/industri karena lulusan SMK mempunyai kemampuan kerja baik hard skill maupun soft skill sesuai kompetensi keahlian di SMKnya. (b) lulusan SMK dapat menjadi wirausahawan yang tangguh karena disamping pengetahuan dan keterampilan sesuai kompetensi keahliannya dia juga dibeali dengan pengetahuan dan praktik kewirausahaan sebagaimaa yang sering ditanamkan bahwa menjadi kepala ayam lebih baik daripada kepala naga. dan (c) lulusan SMK juga dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi (perrguruan tinggi) karena dia juga dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk melanjutkan studinya. Pada Kurikulum 2013 yang sedang dimatangkan dinyatakan bahwa Ujian Nasional dilaksanakan saat siswa kelas XI dan kelas XII fokus pada pembelajaran peminatan dan vokasi tanpa mata pelajaran adaptif. Hal ini membutuhkan perhatian kita bersama berkaitan dengan lulusan SMK akan dibawa kemana dan hal ini tentunya akan terkait erat dengan program-program pembelajaran yang direncakan  oleh sekolah.
  4. Mata Pelajaran Kewirausahaan pada usulan Kemendikbud dihapus diganti dengan Prakarya. Berkaitan dengan SMK senantiasa mengupayakan secara sungguh-sungguh dalam membentuk wirausahawan melalui mata pelajaran kewirausahaan yang dalam implementasinya bukan hanya pelajaran teoritis tetapi juga praktik maka  SMK Kab. Banjarnegara mengusulkan untuk diintegrasikan antara mata pelajaran prakaya dengan kewirausahaan dengan logika bahwa siswa mampu menghasilkan karya/produk yang memiliki nilai ekonomis dan sekaligus memasarkan/menjualnya sehingga bukan hanya karya/produk tanpa makna tetapi dapat menjadi nilai lebih yang pada akhirnya dapat memotivasi siswa untuk menjadi wirausahawan.
  5. Guru sudah saatnya berorientasi bukan pada pembelajaran berbasis kognitif rendah  tetapi saatnya sampai pada metakognitif dan juga bukan hanya praktik untuk membuktikan teori tetapi praktik yang berorientasi pada produk/karya nyata yang juga memiliki nilai ekonomis sehingga pembelajaran lebih menarik dan bermakna serta tetap dengan senantiasa meningkatkan nilai-nilai (value) sehingga lulusannya juga memiliki karakter yang kuat. Dengan demikian multi program dan pendekatan pembelajaran yang bervariasi yang berpusat kepada siswa menjadi keniscayaan dalam setiap kegiatan pembelajaran.

:)

 

About these ads
1 comment
  1. Terus gimana dengan mata pelajaran IPS di SMK? Kalai dihapus mau dikemanakan guru-guru yang mengajar IPS di SMK, apalagi yang sudah PNS dan bersertifikasi, gimana nasibnya………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.029 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: