LAPORAN KEGIATAN FASILITASI PENGEMBANGAN KURIKULUM SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

A.      Nama Kegiatan        

Fasilitasi Pengembangan Kurikulum SMK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013.

 

B.      Penyelenggara        

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

 

C.      Dasar Keikutsertaan

  1. Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tanggal 27 Februari 2013 Nomor: 005/01742 Perihal: Undangan Fasilitasi Pengembangan Kurikulum SMA, SMK dan SMALB Tahun 2013 dan Surat Ralat Peserta Fasilitasi Pengembangan Kurikulum SMA, SMK dan SMALB Tahun 2013 Nomor: 005.a/01742 tanggal 11 Maret 2013;
  2. Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara Nomor: 800/0797.a/DIKPORA/2013 Perihal Tugas Mengikuti Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kurikulum SMA, SMK dan SMALB Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013.

 

D.      Perwakilan SMK Negeri 2 Bawang

Agus Saefudin, S.Pd.  (Wakasek 1. Kurikulum dan Ketenagaan / Guru Mapel. TAV)

 

E.       Waktu dan Tempat Kegiatan             

Waktu Kegiatan        :  Senin – Kamis, 25 – 28 Maret 2013

Tempat Kegiatan      :  Islamic Center Semarang

 

F.       Hasil Kegiatan

1.       Pengembangan Kurikulum SMK Tahun 2013

  • Alasan mengapa perlu perubahan kurikulum, yaitu: (1) Perubahan filosofi tentang manusia dan pendidikan, khususnya mengenai hakikat kebutuhan peserta didik terhadap pendidikan; (2) Cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi sehingga subject matter yang harus disampaikan kepada peserta didik pun semakin banyak dan beragam; (3) Adanya perubahan masyarakat, baik secara sosial, politik, ekonomi, maupun daya dukung lingkungan alam, baik pada tingkat lokal maupun global; (4) Salah satu kriteria baik buruknya sebuah kurikulum bisa dilihat pada fleksibilitas dan adaptabilitasnya terhadap perubahasn serta kemampuan mengakomodasikan isu-isu atau muatan lokal dan isu-isu global.
  • Permasalahan yang terdapat pada Kurikulum 2006, yaitu: (1) Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak; (2) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (3) Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan dan pengetahuan; (4) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan belum terakomodasi di dalam kurikulum; (5) Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi di tingkat lokal, nasional, maupun global; (6) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; dan (7) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remidiasi secara berkala; dan (8) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.
  • Kendala-kendala yang ditemui dalam perubahan kebijakan kurikulum, yaitu: waktu, harapan-harapan dari pihak orang tua, kelangkaan bahan pembelajaran termasuk buku pelajaran pada saat implementasi kurikulum yang baru, kekurangjelasan konsep kurikulum yang baru, dan guru yang kurang memiliki keterampilan dan pengetahuan dikaitkan dengan kurikulum baru tersebut.
  • Waktu sosialisasi Kurikulum 2013 sekitar bulan Mei 2013 dan sekolah dimohon untuk tetap mempersiapkan diri karena ada kemungkinan Kurikulum 2013 dilaksanakan mulai Tahun pelajaran 2013/2014 meskipun masih banyak kendala di sana-sini.

 

2.       Penilaian Otentik dan Portofolio dalam Kurikulum 2013

  • Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi informasi untuk membuat keputusan. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
  • Prinsip penilaian, meliputi: sahih (valid), obyektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, menggunakan acuan kriteria, dan akuntabel.
  • Penilaian dalam Kurikulum 2013 untuk SMK akan menggunakan asesmen otentik dan penilaian portofolio.
  • Asesmen otentik adalah proses pengumpulan informasi dalam upaya merealisasikan tujuan pembelajaran melalui penilaian secara langsung terhadap serangkaian kompetensi melalui penilaian pada bukti-bukti aktual dan otentik.
  • Asesmen dikatakan otentik apabila: (1) sangat mendekati hasil pendidikan yang diinginkan, (2) melibatkan siswa pada tugas-tugas yang bermanfaat, penting dan bermakna, (3) mampu menantang siswa untuk menerapkan informasi/keterampilan akademik baru pada situasi riil untuk maksud yang jelas, (4) mampu mengukur perbuatan/penampilan yang sebenarnya pada suatu mata pelajaran, (5) pengukuran penguasaan siswa terhadap suatu mata pelajaran dengan cara pengukuran kompetensi secara langsung, (6) memeriksa/menguji kemampuan kolektif siswa dalam rangka mengevaluasi secara tepat apa yang telah dipelajarinya, (7) memeriksa/menguji secara langsung perbuatan/prestasi siswa berkaitan dengan tugas intelektual yang layak, dan (8) siswa mendemosntrasikan apa yang mereka ketahui  dalam suatu konteks kehidupan riil.
  • Karakteristik asesmen otentik, yaitu: (1) bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas, (2) cerminan dunia nyata bukan sebagai macam kerja sekolah yang memecahkan masalah, (3) menggunakan banyak ukuran/metode/kriteria, dan (bersifat komprehensif dan holistik.
  • Prinsip asesmen otentik ada 2, yaitu: (1) Proses penilaian tak terpisahkan dari proses pengukuran hasil belajar. Integrasi proses asesmen otentik sebagai bagian asesmen hasil  belajar  menunjukkkan  bahwa  domain ukur  pada asesmen  otentik adalah domain tujuan pembelajaran. Penilaian harus menggunakan ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar;  dan (2) Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata dan bukan masalah akademik semata.  Dunia  akademik  adalah penyederhanan  dari  dunia  nyata  sehingga terkadang stimulasi permasalahan yang distimulasi untuk diatasi dalam proses pembelajaran belum sepenuhnya mewakili dunia nyata.
  • Bentuk penerapan asesmen otentik, yaitu: portofolio, performance, proyek, respons tertulis, wawancara lisan, tugas problem solving kelompok, merancang sebuah produk, membuat presentasi tentang emosi orang, penelitian, menulis/essei, merevisi, mendiskuisikan masalah, analisa lisan, cek list, simulasi, demonstrasi/perbuatan, presentasi, dan evaluasi.
  • Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses pada bagian lampiran IV tentang penilaian hasil pembelajaran menyatakan bahwa penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes yang slaah satunya adalah portofolio.
  • Model penilaian berbasis portofolio (portofolio based assesment) adalah suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik yang bersumber dari catatan dokumentasi pengalaman belajarnya. Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari uasaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan oleh kurikulum.
  • Langkah-langkah penggunaan portofolio, yaitu: (1) menentukan maksud atau fokus portofolio, (2) menentukan aspek isi yang dinilai, (3) menentukan bentuk, susunan atau organisasi portofolio, (4) menentukan penggunaan portofolio, (5) menentukan cara menilai portofolio, dan (6) menentukan bentuk atau penggunaan rubrik.
  • Bentuk portofolio ada 2 macam, yaitu: (1) Portofolio Proses (proses  oriented), adalah portofolio yang menekankan pada tujuan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu; dan (2) Portofolio Produk (Product Oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik, tanpa memeprhatikan bagaimana proses utnuk mencapai hasil itu terjadi.
  • Contoh jenis karya siswa: (1) hasil proyek, penyelidikan, atau praktik yang disajikan secara tertulis; (2) gambar atau laporan hasil pengamatan, (3) analisis situasi yang berkaitan atau relevan; (4) deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, (5) laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep, (6) penyelesaian soal-soal terbuka, (7) hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, (8) laporan kerja kelompok, (9) hasil kerja peserta didik yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer, (10) fotocopy surat piagam atau tanda penghargaan, (11) hasil karya dalam mata pelajaran peserta didik yang tidak ditugaskan guru (atas pilihan peserta didik sendiri tetapi relevan), (12) cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan peserta didik terhadap mata pelajaran bersangkutan, (13) cerita tentang usaha peserta didik sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dan (14) laporan sikap peserta didik terhadap pelajaran.

3.       Penyusunan Modul dalam Kurikulum 2013

  • Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan peserta didik dalam KBM.
  • Karakteristik bahan ajar, yaitu: menimbulkan minat baca, ditulis dan dirancang untuk peserta didik, menjelaskan tujuan instruksional, disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel, struktur berdasarkan kebutuhan peserta didik dan kompetensi akhir yang akan dicapai, memberi kesempatan pada peserta didik untuk berlatih, mengakomodasi kesulitan peserta didik, memberikan rangkuman, gaya penulisan komunikatif dan semi formal, kepadatan berdasar kebutuhan peserta didik, dikemas untuk proses instruksional, mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari peserta didik, dan menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.
  • Jenis bahan ajar, meliputi: lembar informasi (information sheet), operation sheet, jobsheet, hand out, dan modul.
  • Modul merupakan media atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai standar kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
  • Tujuan penggunaan modul, yaitu: (1) memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal, (2) mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan daya indera peserta didik dan pendidik, (3) meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi peserta didik, (4) mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, (5) memunginkan peserta didik belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya, dan (6) memungkinkan peserta didik mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
  • Kerangka Modul: (1) Halaman depan berisi: halaman sampul, halaman francis, kata pengantar, daftar isi, peta kedudukan modul, dan glosarium; (2) Bab I Pendahuluan berisi deskripsi, prasyarat, petunjuk penggunaan modul bagi peserta didik dan peran guru, tujuan akhir, standar kompetensi, dan cek kemampuan awal; (3) Bab II Pembelajaran berisi: rencana belajar peserta didik, kegiatan belajar meliputi: tujuan kegiatan pembelajaran, uraian materi, rangkuman, tugas, tes formatif, kunci jawaban formatif, dan lembar kerja; (4) Bab III Evaluasi berisi: cognitive skill,psychomotoric skill, affective skill, produk/benda kerja sesuai kriteria standar, batasan waktu, dan kunci jawaban; (5) Penutup berisi daftar pustaka.
  • Prosedur penyusunan modul meliputi tiga tahapan, yaitu: tahapan persiapan, penyusunan dan validasi dan penyempurnaan, sebagaimana gambar diagram berikut:

Tahap Persiapan

Tahap Penyusunan

Tahap Validasi

 

Acara ditutup dengan membaca hamdallah..

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.025 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: