MENGENALI RUANGAN UNTUK INSTALASI AUDIO

Merupakan suatu bentuk parsial ataupun total dari suatu bangunan, materil ruangan sangat berpengaruh terhadap tingkat fleksibilitas terhadap gelombang pantulan suara. perlu diingat bahwa masing-masing material mempunyai pantulan yang bervariasi terhadap gelombang suara, diantaranya material yang umum adalah kayu, dinding, keramik karpet dan sebagainya, masing masing mempunyai pantulan yang bervariasi, sebelum membahas lebih dalam kita ketahui mengenai gelombang suara.
Gelombang suara merupakan amplitudo yang dihantarkan oleh udara dengan tingkat yang dapat terdengar oleh telinga manusia adalah 20Hz sampai dengan 20kHz
Diantaranya dapat kita kategorikan sebagai 3 gelombang suara :

directional hi 2 kHz – 20 kHz
semi directional mid 200 Hz – 2 kHz
omni direktional low 20 Hz – 200 Hz

Mengapa dapat dikatakan demikian?

Tiga gelombang tersebut memiliki pengaruh terhadap arahan gelombang serta terhadap benda yang mendapat pantulan darinya :

a. Sumber bunyi yang berada pada gelombang suara 2kHz – 20kHz directional terhadap bidang pendengaran.
b. Sumber bunyi yang berada pada gelombang suara 200Hz – 2kHz semi directional terhadap bidang pendengaran.
c. Sumber bunyi yang berada pada gelombang suara 20Hz – 200Hz omni directional terhadap bidang pendengaran.

Sebagai penjelasan pembagian sumber bunyi kita ambil contoh material sebelumnya :

1. Baja/besi dapat memantulkan frekuensi gelombang high 20 kHz – 10 kHz
2. Keramik dapat memantulkan frekuensi gelombang suara middle high 10 kHz – 1 kHz
3. Kayu dapat memantulkan frekuensi gelombang suara middle low 1 kHz – 100 Hz
4. Karpet dapat memantulkan gelombang suara low 100 Hz – 20 Hz

Berikut adalah kalkulasi tingkat pantulan material terhadap sumber suara
No Material Estimasi koefisien bidang pantul pada masing-masing frekuansi
20 kHz – 2 kHz 2 kHz – 200 Hz 200 Hz – 20 Hz
1. baja/besi 0.9 0.585 0.27
2. keramik 0.7 0.565 0.43
3. kayu 0.5 0.575 0.65
4. karpet 0.2 0.5 0.8

note : semua material ditempatkan pada dinding sebagai tahanan bidang pantul

“invers square law ”
hukum kebalikan luasan persegi

Untuk suatu bentuk akhir sumber suara yang terdengar dapat mengalami penyusutan, setiap kelipatan jarak dari sumber suara mengalami pengurangan kekuatan suara sebesar 6 dB dari sumber bunyinya. Berdasarkan hal tersebut dapat kita tentukan seberapa besar sumber suara yang diinginkan sesuai volume ruangan yang tersedia. Dari hal tersebut dapat dikategorikan jenis ruangan menjadi tiga bagian diantaranya closed, seperti ruang dalam rumah, pertokoan, chamber, garasi ataupun dalam gedung, semi closed dimana ruangan memiliki cakupan yang cukup luas terhadap ruang bebas seperti pada hall concert, audiorium, theater dan terakhir open disini ruangan tidak mendapatkan pantulan balik sebagai dampak dari open air absorb sumber gelombang suara bekerja penuh terhadap lingkungan disekitarnya, setelah membaca ini anda telah mendapatkan sekilas gambaran untuk instalasi audio anda bukan…???

Sumber Referensi :

– Lou Gross. 2005 . A Basic Intoduction to Concert Sound Engineering. – Jubilee Community Arts. gross@tiem.utk_CLOAKING
– Davis, Gary and Ralph Jones. 1989. The Sound Reinforcement Handbook (Yamaha). (2nd ed.) Hal Leonard Publishing. Milwaukee, WI (Classic, very complete guide, include many technical detail)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s