YANG MEMANGGILMU BERNAMA CINTA

Oleh: Agus Saefudin

Mengapa nelangsa? Bukankah cinta selalu membawa bahagia dan juga duka pada saat bersamaan, tetapi kita tak pernah bisa lari dari kisah cinta bukan ? bahkan Ti Pat Kai begitu terkenal karena kegagalan demi kegagalan selalu menyertai kisah cintanya sehingga menurutnya cinta deritanya tak pernah berakhir. Tapi dia tidak pernah menyalahkan cinta karena memang cinta tak pernah salah. Demikian juga dengan cinta yang kita miliki tak ada yang salah dengannya karena kita punya hati dan rasa yang tak dapat diungkap dan dijelaskan. Dalam sejarah hidup manusia manapun di dunia pastilah ada sepenggal cerita tentang cinta dan akhir dari semua drama itu pastilah sama yaitu keteguhan hati dan kesucian cintalah yang akan menjadi pemenang karena cinta telah cukup untuk cinta.  

Lalu engkau menanyakan mengapa ini bisa terjadi ? jawabku karena kita terlahir ke dunia juga karena cinta dan cinta itu sendiri adalah puisi sehingga kisah hidup kita pun sesungguhnya adalah puisi. Yah… puisi tentang hidup yang kadang tidak semua orang dapat mengungkapkan makna secara benar dari apa yang dimaui oleh sang pencipta puisi itu. Maka saat cinta datang dan memelukmu sekuat apapun kamu mencoba menolaknya takkan pernah bisa bahkan kamu akan semakin tersiksa karena sesungguhnya cinta adalah anugerah Tuhan yang diberikannya pada orang-orang pilihan. Bukankah kita terlahir ke dunia sebagai orang pilihan, sang pemenang untuk mengukir kisah dalam setegukan mampir ngombe kata orang Jawa. Dalam kehidupan yang serba singkat itu cinta datang menyertai, dia datang dalam bentuk yang abstrak tak pernah dapat dijelaskan dan tak cukup kata-kata di dunia untuk melukiskannya. Jadi, menurutmu cinta yang ada padamu cinta yang seperti apa? Hanya kamu sendiri yang dapat menjelaskannya, tapi menurutku tak perlulah kamu jelaskan cinta itu, siapa yang butuh penjelasan itu? Jadi biarkan saja cinta mengalir layaknya air mengalir mengikuti takdirnya. Dan yakinlah dalam setiap perjalanan takdir hidup itu selalu beriringan suka dan duka, tawa dan tangis, senyum dan air mata, indah dan buram, bahagia pun kesedihan. Dua hal ini layaknya dua sisi mata uang yang dibawa dalam pelukan cinta. Tidak ada cinta yang melulu bahagia ia juga membawa kesedihan dan kebermaknaan cinta justru karena dualismenya itu. Kisah yang dibawanya tidak melulu suka tapi juga duka, dan dalam perjalanan cinta tidak hanya senyum yang diumbar tapi juga air mata kadang harus terkuras. Yah dualisme inilah yang akan membawa kita pada kedewasaan dan purna untuk menjalankan tugas kehidupan.

Maka jangan kau tanyakan sampai kapan rasa cinta ini akan bertahan? Cinta yang datang sebagai anugerah tak mengenal batasan waktu. Walau seperti yang kamu rasakan bahagia dan duka yang dibawa cinta tak dapat dipisahkan ia begitu erat menyatu. Yah.. erat menyatu karena kisah apapun yang kamu lakonkan dalam drama kehidupan selalu dan selalu akan membawa pada dua sisi itu bahagia dan duka. Tinggallah kamu memaknainya cinta yang seperti apa yang kamu punya, karena padanya pastilah bahagia dan duka itu dipeluknya bersamaan. Kamu tak pernah bisa memilih cerita yang disuguhkannya. Maka jalani saja dengan ikhlas dan penuhilah panggilan cinta dengan segenap perasaanmu karena sesugguhnya cinta adalah pancaran cahaya sang Maha Kuasa dan karenanya ia menjadi suci, yah cinta selalu suci tak ada cinta yang bernoda, cinta warnanya tak dapat dipindahkan ke atas kanvas karena ia dijaga oleh bidadari-bidadari tercantik dari surga yang kitapun tak dapat menggambarkan keindahannya. Jadi, jagalah cinta karena dengan cinta itu eksistensi manusia di bumi terjaga dan terjamin kelestariannya dan dengan cinta pula keseimbangan dan kedamaian di bumi terwujud. Jagalah cinta dengan kesungguhan hati dan segenap jiwa ragamu maka cinta itu akan menjagamu.

Ini adalah jawaban atas pertanyaan muridku yang  dalam masa remajanya tengah dipanggil cinta, cinta yang menurutnya aneh dan ia takut karenanya.

 

Saat malam lagi-lagi sepi dan selalu mengabarkan duka pun bahagia karena cinta di Bawang, 04 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s