MEMAHAMI KONSEP DASAR LINEAR POWER SUPPLY

Oleh: Agus Saefudin, S.Pd.

  • TUJUAN

Setelah selesai praktik diharapkan siswa dapat:

  1. Menjelaskan prinsip kerja rangkaian catu daya linear berdasarkan blok diagram;
  2. Mengidentifikasi rangkaian catu daya linear berdasarkan komponen-komponen yang membangunnya;
  3. Mengukur tegangan kerja rangkaian catu daya linear;
  4. Membuat gambar skema rangkaian catu daya linear dari pesawat yang sudah ada dengan teknik reverse engine.
  • LANDASAN TEORI

Catu daya (power supply) disebut juga sebagai adaptor adalah sumber tegangan DC yang digunakan untuk memberikan tegangan atau daya kepada berbagai rangkaian elektronika yang membutuhkan tegangan DC agar dapat beroperasi.  Rangkaian pokok dari catu daya tidak lain adalah suatu penyearah yakni suatu rangkaian yang mengubah sinyal bolak-balik (AC) menjadi sinyal searah (DC).

Power supply dc yang teregulasi dibutuhkan untuk sebagian besar sistem elektronika analog dan digital. Hampir semua power supply di desain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut:

  • Keluaran yang teregulasi. Tegangan keluaran harus dibuat konstan dengan untuk mengantisipasi perubahan dari tegangan masukan ataupun beban keluaran.
  • Isolasi. Keluaran membutuhkan isolasi secara elektrik dari pengaruh masukan.
  • Keluaran multipel.  Banyak power supply yang mempunyai keluaran yang beragam (positif dan negatif) yang mempunyai rate tegangan dan arus yang berbeda. Tiap keluaran diisolasi dari pengaruh masing-masing.

Rangkaian catu daya linear terdiri dari:

  • Sumber tegangan bolak balik (AC) dari jala-jala PLN yang akan disearahkan;
  • Trafo stepdown sebagai penurun tegangan AC jala-jala PLN sesuai dengan tegangan DC yang dibutuhkan;
  • Penyearah (rectifier) dari dioda yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan bolak-balik yang telah diturunkan oleh trafo stepdown. Berdasarkan jenis penyearahnya maka catu daya terdiri dari 4 macam, yaitu: (a) penyearah setengah gelombang, (b) penyearah gelombang penuh polaritas tunggal dengan trafo CT dan 2 buah dioda, (c) penyearah gelombang penuh polaritas tunggal dengan sistem jembatan (bridge system), dan (d) penyearah polaritas ganda (catu daya simetris) dengan menggunakan trafo CT dan dioda sistem jembatan (bridge system).
  • Filter yang berfungsi untuk menghaluskan keluaran DC dengan cara memperkecil/menghilangkan tegangan ripple hasil dari penyearahan dioda. Filter pada catu daya biasanya menggunakan elco dengan kapasitansi yang besar, karena semakin besar nilai kapsitansi maka tegangan DC yang dihasilkan akan semakin halus.

Penstabil Tegangan (regulator). Penstabil tegangan keluaran berfungsi  agar tegangan keluaran DC konstan meskpun terjadfi perubahan dari tegangan masukan ataupun beban keluaranyang berubah-ubah. Penstabil tegangan yang umum digunakan pada catu daya linear adalah dengan menggunakan dioda zener, transistor, IC pnstabil tegangan 78XX dan 79XX ataupun op amp.

  • ALAT DAN BAHAN
  1. AVO meter (Multimeter)
  2. Obeng (+) dan Obeng (-)
  3. Rangkaian Catu Daya Linear
  • KESELAMATAN KERJA
  1. Gunakan multimeter dengan benar sesuai dengan fungsinya, yaitu: pada saat pengukuran tegangan AC pilih range ACV dan pada saat pngukuran tegangan DC pilih range DCV. Pemilihan range dimulai dari range tertinggi.
  2. Berhati-hatilah pada saat mengukur tegangan AC dari jala-jala listrik PLN dan sisi primer trafo stepdown.
  3. Pada saat membuka boks/casing rangkaian catu daya linear harus hati-hati agar tidak ada kabel yang terputus.
  • GAMBAR KERJA

  • LANGKAH KERJA
  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Buka boks/casing rangkaian catu daya linear dengan hati-hati.
  3. Dalam kondisi rangkaian catu daya mati (OFF) /tidak terhubung ke jala-jala listrik PLN. Amati rangkaian catu daya linear dan tuliskan komponen-komponen yang membangunnya pada Tabel 1.
  4. Hidupkan rangkaian dengan menghubungkan ke jala-jala listrik PLN dan meng-ON-kan saklar. Ukur tegangan kerja rangkaian catu daya linear dan masukkan hasil pengukuran pada Tabel 2.
  5. Matikan rangkaian catu daya dan lepaskan kabel AC cord. Perhatikan tata letak komponen dan lay out PCB. Buat gambar skema rangkaian berdasarkan hubungan antar kaki dari lay out PCB dan  tata letak komponen dengan menggunakan teknik reverse engine.
  • DATA HASIL PRAKTIK

  • SOAL PRAKTIK
  1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian catu daya dengan switch rotary berdasarkan diagram blok catu daya linear !
  2. Jelaskan fungsi saklar rotary yang dipasang pada sekunder trafo !
  3. Jelaskan fungsi LED pada rangkaian catu daya linear !
  4. Jelaskan apa yang akan terjadi jika elco filter pada rangkaian catu daya mengalami kerusakan (putus/open) !
  5. Jelaskan langkah-langkah membuat gambar skema rangkaian dari pesawat yang sudah jadi dengan menggunakan teknik reverse engine !

One thought on “MEMAHAMI KONSEP DASAR LINEAR POWER SUPPLY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s