PEMBELAJARAN REMEDIAL (REMEDIAL TEACHING)

Pembelajaran remedial (remedial teaching) pada dasarnya merupakan bagian dari pembelajaran secara keseluruhan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, tidak semua siswa mencapai ketuntasan dalam belajarnya, artinya ada siswa yang tidak mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pembelajaran yang biasa dilaksanakan. Untuk memberikan kesempatan agar siswa yang ”terlambat” mencapai ketuntasan belajar maka diadakan pembelajaran remedial.

Fokus pembelajaran remedial, adalah pada strategi pembelajaran pada keterampilan mengkaji dan memperoleh suatu topik (study skills), menentukan cara yang paling sesuai untuk mempelajari suatu topik, dan mengingat serta menyampaikan kembali pemahamannya. Jadi, guru membantu siswa untuk memahami. Mengorganisasikan dan membangun hal-hal yang telah dipelajari siswa menjadi satu kesatuan konsep keilmuan (pengetahuan, psikomotorik, dan afektif).

Melalui pembelajaran remedial, guru menyiapkan pelatihan yang mengembangkan keterampilan umum (generic skills), meliputi: hubungan antar personal, komunikasi, pemecahan masalah, mengelola diri sendiri, belajar mandiri, berpikir mandiri, mengembangkan kreativitas, dan penggunaan teknologi sebagai sumber belajar. Di samping itu, pelatihan ini juga membantu siswa menekankan pada belajar sepanjang hayat (long life learning), membantu mengembangkan sikap positif, dan nilai-nilai (afektif) sebagai bekal  balajar selanjutnya dan pengembangan karir.

Siswa yang tergolong kelompok yang harus dimasukkan ke dalam pembelajaran remedial, biasanya mengalami kesulitan dalam hal sebagai berikut:

  1. Kemampuan mengingat relatif kurang. 
  2. Perhatian yang sangat kurang dan mudah terganggu dengan sesuatu yang lain di sekitarnya pada saat belajar. 
  3. Secara relatif lemah kemampuannya dalam  memahami topik pembelajaran secara menyeluruh. 
  4. Kurang dalam hal memotivasi diri dalam belajar. 
  5. Kurang dalam hal kepercayaan diri dan rendah harapan dirinya. 
  6. Lemah dalam kemampuan memecahkan masalah. 
  7. Sering gagal dalam menyimak suatu gagasan dari suatu informasi. 
  8. Mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep yang abstrak. 
  9. Gagal menghubungkan suatu konsep dengan konsep lainnya yang relevan. 
  10. Memerlukan waktu yang relatif lebih lama dari pada siswa yang lainnya untuk menyelesaikan tugas-tugas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s