PRINSIP KERJA DAN CONTOH BAGIAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA CASSETTE RECORDER

Pesawat cassette recorder pada dasarnya dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu: bagian mekanik dan rangkaian elektronika.

Secara prinsip bagian mekanik berfungsi untuk memproses pita tape secara mekanik agar mempunyai kecepatan yang konstan dari awal hingga akhir kaset. Pada bagian mekanik juga terdapat head. Tape recorder komersial yang dijual umumnya terdiri dari 2 jenis perekam magnetic (head), yaitu head kombinasi (Rec/Play Head) dan head hapus (erase Head).

Pada mekanik tape terdapat beberapa tombol yang digunakan untuk pengoperasian taperecorder, yaitu:

  1. Play, digunakan untuk menjalankan tape agar berfungsi main ulang (play back),
  2. Open/Eject, digunakan untuk membuka pintu rumah tape kaset,
  3. Pause, digunakan untuk menghentikan sementara puataran motor sehingga kaset akan berhenti,
  4. Fast Forward (FF), digunakan untuk memutar cepat kaset ke arah depan (menggulung maju),
  5. Rewind (RWD), digunakan untuk memutar kaset kea rah belakang (menggulung mundur),
  6. Record (RC), yang digunakan untuk menjalankan tape agar berfungsi untuk merekam dan pada saat pengoperasiannya harus bersamaan dengan tombol Play.

Rangkaian elektronika secara prinsip terdiri dari blok:

  1. Pre amp head (yang mendapat sinyal masukan dari keluaran head yang terdapat pada mekanik tape).  Pre amp head berfungsi untuk menguatkan sinyal-sinyal listrik lemah hasil kerja dari head juga untuk meningkatkan perbabdingan sinyal terhadap noise (S/N ratio). Pada system audio S/N yang baik adalah yeng bernilai tinggi yang berarti bahwa sinyal yang akan diproses harus jauh lebih besar dari pada noise yang dihasilkan. Noise merupakan sinyal pengganggu yang tidak diinginkan, secara praktis semua pesawat yang menggunakan semikonduktor pasti akan menghasilkan noise yang disebut sebagai noise intrinsic, sedangkan noise yang berasal dari luar disebut sebagai noise ekstrinsik.
  2. Pengatur nada, berfungsi untuk mengatur nada, baik nada rendah, tengah maupun tinggi. Secara garis besar daerah pembagian nada dalam teknik audio dikenal nada rendah dari frekuensi 20 Hz – 500 Hz dan pengatur nada yang mengatur frekuensi rendah disebut bass control dan sinyalnya direproduksi oleh loudspeaker jenis woofer. Nada tengah frekuensi 500 Hz – 5 kHz dan pengaturnya disebut sebagai middle cpmtrol serta direproduksi oleh loudspeaker jenis midrange (middle speaker/squaker) sedangkan frekuensi tinggi dari 5 kHz – 20 kHz dan pengaturnya disebut sebagai treble control dan loudspeaker yang mereproduksinya disebut sebagai tweeter. Rangkaian pengatur nada umumnya menggunakan tone control atau equalizer.

Pada tone control terdapat beberapa tombol pengatur lainnya, yaitu:

  1. Volume control yang berfungsi untuk mengatur level amplitude sinyal yang berefek oada pengaturan keras dan lemah suara,
  2. loudness control yang berfungsi untuk mengatur kedalaman suara serta kadang dilengkapi filter untuk menyaring noise,
  3. balance control, yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan kanal kanan dan kiri pada system stereo.
  4. Penguat akhir, berfungsi untuk menguatkan daya-daya sinyal audio yang telah diatur pada rangkaian pengatur nada.
  5. Loudspeaker berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal listrik menjadi sinyal suara mekanis yang dapat didengarkan oleh kita (audiens).

Contoh rangkaian tape recorder lengkap ditunjukkan oleh gambar skema berikut ini.

Dari rangkaian di atas dapat dijelaskan pembagian blok dan system kerjanya sebagai berikut:

  1. Head yang dimaksud pada skema dalah head rec/play yang berfungsi untuk mengubah mengubah sinyal-sinyal maggnitisasi pada pita kaset menjadi sinyal-sinyal listrik lemah (tape menjalankan fungsi play back) atau mengubah sinyal-sinyal listrik lemah yang berasal dari mikropon atau perangkat elektronika termasuk alat musik elektronika lainnya menjadi sinyal-sinyal termagnetisasi yang disimpan pada pita kaset (tape menjalankan fungsi record). Head terdapat pada bagian mekanik tape.
  2. Rangkaian pre amp head, dibangun dari 3 tingkat penguat kelas A yang disusun dalam konfigurasi penguat common emitter (perhatikan input diambil dari kaki basis dan output diambil dari collector sedangkan kaki emitter digroundkan), yaitu Q1, Q2, dan Q3. Ketiga tingkat penguat ini berfungsi untuk menguatkan sinyal-sinyal lemah hasil kerja tranducer (head). Rangkaian ini juga berfungsi untuk meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (S/N ratio). Sinyal keluaran pre amp diteruskan ke volume control melalui kopling C10.
  3. Pengatur nada pada rangkaian menggunakan tone control dengan pengaturan pada bass (jaringan filter LPF/low pass filter dari komponen C18, C19 dan VR2) dan treble (jaringan filter HPF/high pass filter C17, C20, VR3) setelah sebelumnya  level amplitude sinyal diatur oleh volume control (VR1). Sinyal keluaran dari volume control dikuatkan oleh penguat tunggal Q5 dan keluarannya diteruskan ke bass dan treble control melalui kopling C13, Keluaran tone control melalui kopling R24 dan C21 diteruskan ke penguat daya akhir yang menggunakan komponen terintegrasi (IC LA4440) yang mempunyai penguatan daya akhir sekitar 18 Watt.  Tone control yang baik pada bagian input sebelum bass dan treble control biasanya dilengkapi dengan penguat tunggal dalam konfigurasi common collector yang berfungsi sebagai penguat isolasi, yaitu menyekat bagian input yang berimpedansi tinggi dengan output yang berimpedansi rendah.
  4. Daya sinyal-sinyal listrik audio yang telah kuat ini (sekitar 18 Watt) diteruskan ke beban loudspeaker untuk diubah menjadi sinyal-sinyal suara mekanis yang dapat didengarkan oleh kita.
  5. Rangkaian catu daya yang digunakan untuk mensuplai kebutuhan daya ke seluruh bagian rangkaian dibangun dari power supply gelombang penuh menggunakan system jembatan (bridge system) dengan trafo stepdowon engkel. Transistor Q4 digunakan sebagai penstabil tegangan yang akan diberikan ke seluruh system rangkaian.

Selamat Belajar dan berkreasi. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s