KITA DAN DISIPLIN: WHY NOT?

Oleh: Agus Saefudin, S.Pd.

 

Pagi ini saya sejak bangun tidur kemudian menjalankan ritual rutin yang diakhiri dengan sholat shubuh, entah mengapa selalu terngiang dalam pikiran tentang satu kata, yaitu: “DISIPLIN”.  Selanjutnya saya mencoba mencari arti kata disiplin ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan pada halaman 376 ditulis bahwa disiplin berari tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dsb); ketaatan pada peraturan (tata tertib). Kemudian lebih lanjut disebutkan bahwa berdisiplin artinya mentaati tata tertib; kemudian mendisiplinkan berarti membuat berdisiplin atau mengusahakan supaya mematuhi tata tertib.  Ehmm…. Ini menurut arti kata. Dan sayangnya, tulisan ini tidak akan membahas tentang diplin ansich, tetapi lebih kepada disiplin yang sedemikian eratnya menempel di otak saya dan harus saya keluarkan. Yah disiplin, kata ini yang dalam minggu ini begitu mendominasi dalam memori saya pun bahkan tembus sampai alam bawah sadar saya karena terbawa dalam mimpi. Yah… dalam mimpi…

Dalam mimpi itu saya menjadi anggota tentara. Ehmm… tentara satu elemen Negara yang identik dengan tugas mempertahankan kedaulatan republik tercinta, Indonesia. Seperti diketahui bersama motto yang telah mendarah daging dalam seluruh anggota tentara adalah “Disiplin adalah Nafasku”. Cie… luar biasa banget, dan dalam mimpi itu untuk berdisiplin benar-benar harus dilatih dan ditanamkan secara kuat. Misalnya, untuk apel harus tepat waktu jika terlambat maka push up. Dan sayangnya saya bolak-balik apel terlambat dan dipush up juga bolak balik, hingga bangun tidur badan pegel dan lemes semua… padahal itu cuma mimpi. Dan bangun tidur saya  bersepakat dalam satu hal dengan mimpi saya, bahwa disiplin memang harus dilatihkan, ditumbuhkan, dan dibiasakan hingga menjadi nafas. Yang artinya dalam system mekanika maka disiplin seperti ini akan menjadi keniscayaan atau otomatis, maksudnya dalam tiap langkah dan tingkah laku kita senantiasa bernafaskan disiplin. Menjunjung tinggi peraturan dan tata tertib serta dengan kesadaran diri yang tinggi berupaya untuk mematuhinya. Well… luar biasa semangat pagi ini.

Lalu dalam kehidupan di sekolah dimana kita diberi amanah sebagai guru. Yah… guru sebuah profesi yang sangat terhormat karena padanya tugas mencerdaskan kehidupan bangsa diemban. Dengan tugas semulia ini tentunya juga dibutuhkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi kepada anak-anak bangsa untuk memberikan layanan pembelajaran yang prima dan berkualitas. Dan logika datar menyatakan bahwa tidak mungkin terjadi kegiatan pembelajaran yang maksimal jika tidak didukung oleh suasana yang kondusif. Salah satu pilar sebagaimana tertuang dalam 18 karakter bangsa yang mutlak harus ditanamkan bahkan harus menjadi jiwa dan mendarah daging bagi siswa SMK adalah disiplin. Karena diyakini jika disiplin telah tertanam maka ilmu atau kompetensi apapun yang diajarkan pasti akan mudah diterima dan orang yang berdisiplin tinggi akan lebih adaptable dalam suasana kerja yang seperti apapun. So, berangkat dari sini yakinlah bahwa disiplin patut menjadi nafas kita semua. Setuju ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s