PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI LINGKUNGAN DINDIKPORA KAB. BANJARNEGARA

(SEBUAH KENISCAYAAN YANG MEMBUTUHKAN KEPEDULIAN DAN PERAN AKTIF GURU)

LAPORAN KEGIATAN DESIMINASI PENDIKAR BAGI PENGAWAS SEKOLAH DAN WAKASEK BIDANG KURIKULUM

 

Nama Kegiatan       : Pelatihan dan Diseminasi Pendidikan Karakter Bangsa bagi Pengawas Sekolah dan Wakasek Kurikulum SMA/SMK Kabupaten Banjarnegara.

Penyelenggara      : Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) Kabupaten Banjarnegara.

Dasar Keikutsertaan : Surat dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara Nomor. 005/4027 tanggal 17 Oktober 2012 tentang Pelatihan dan Diseminasi Pendidikan Karakter Bangsa.

Waktu Kegiatan         : Selasa, 23 Oktober 2012 pukul 08.30 – 13.00 WIB.

Jadwal Kegiatan        :

No. Waktu Materi Penyaji Ket.
1. 08.30 – 09.15 Pembukaan MC: Diyah

Keynote speaker: Kadinas

09.15 – 09.30 Istirahat
2. 09.30 – 10.30 Pendidikan Karakter Dasuki, S.Pd., M.Pd.
3. 10.30 – 11.45 Penilaian Akhlak Mulia dam Kepribadian dalam Pembelajaran Drs. Suka Bagyana, M.Pd.
11.45 – 12.15 Ishoma
4. 12.15 – 13.00 Review Implementasi Pendidikan Karakter Drs. A. Saifudin Zuhri, M.Pd.
5. 13.00 – Penutup

 

HASIL KEGIATAN

Pembukaan

1.  Acara dibuka dengan bacaan basmallah
2.  Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3.  Laporan Ketua Penyelenggara oleh Ketua MKPS Drs. A. Saifudin Zuhri, M.Pd

Ketua penyelenggara melaporkan nama kegiatan adalah Pelatihan dan Diseminasi Pendidikan Karakter Bangsa bagi Pengawas Sekolah dan Wakasek Kurikulum SMA/SMK Kabupaten Banjarnegara. Latar belakang kegiatan ini adalah pendidikan karakter selama ini telah disosialisasikan namun dalam pelaksanaannya masih rancu dan banyak ketidakjelasan untuk itu melalui blockgrant direktorat pendidikan SMK mempersilahkan Dindikpora kabupaten/kota menyelanggarakan kegiatan ini dan Dindikpora Kabupaten Banjarnegara termasuk yang mendapatkan dana untuk penyelenggaraan kegiatan ini bersama 75 kabupaten kota yang lain se-Indonesia. Disampaikan juga tentang dasar hukum dan tujuan kegiatan baik bagi pengawas sekolah maupun wakasek bidang kurikulum diharapkan dapatr memahami implementasi pendidikan karakter di satuan pendidikan. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan diseminasi dan peserta kegiatan adalah pengawas sekolah 12 orang serta wakasek bidang kurikulum SMA/SMK sebanyak 32 sekolah.

4.  Sambutan Pengarahan dari Kepala Dindikpora Drs. H. Muhdi

  • Disampaikan oleh Kepala dindikpora Kab. Banjarnegara bahwa kemendiknas telah menetapkan pendidikan karakter sebagai sesuatu yang urgen atas dasar bahwa pendidikan bukan hanya mentikberatkan pada pengetahuan (kognitif) dan psikomotorik semata tetapi juga afektif termasuk di dalamnya karakter bangsa, apalagi disinyalir bahwa saat ini telah terjadi banyak penyimpangan pada anak-anak peserta didik. Jika dilihat dari sisi akademik pendidikan sepertinya telah berhasil mengejar ketertinggalan bahkan telah banyak prestasi akadeik yang diperoleh siswa tetapi dari sisi karakter dan perilaku siswa menunjukkan banyak penyimpangan.
  • Poin pokok pada pendidikan karakter ada 18, misal: religius, kejujuran dan kedisiplinan. Karakter-karakter ini jika ditanamkan dengan benar pada siswa maka akan dihasilkan siswa yang berkualitas, bukan hanya pengetahuan dan keterampilannya saja tetapi juga mempunyai jiwa dan karakter yang baik.
  • Harapan dari mendiknas agar sekolah dapat mengembangkan secara tersinergi dan terpadu antara 4 olah, yaitu: olah pikir, olah hati, olah rasa dabn olah raga.
  • Pendidikan karakter dalam implementasinya membutuhkan dukungan dari guru dan wakasek kurikulum diharapkan dapat menularkan hasil pelatihan dan diseminasi hari ini kepada seluruh guru di sekolah masing-masing agar dapat menyusun perencanaan pembelajaran yang memuat pendidikan karakter serta pelaksanaan pendidikan karakter juga perlu untuk disupervisi sehingga dari waktu ke waktu akan semakin baik.
  • Pendidikan tentang sex (sex education) pada siswa tingkat SMA/SMK sudah saatnya diterapkan dengan baik karena merebaknya pornografi dan pornoaksi di kalangan remaja termasuk siswa SMA/SMK. Dengan sex edukasi ini diharapkan siswa dapat memahami dengan lebih baik dan lebih bijak tentang hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan sex sehingga tidak terjerumus pada sex bebas dan sex di luar nikah yang dapat menjemumuskan siswa. Sekolah diharapkan dapat memberdayakan tim  kesiswaan dan seluruh bapak/ibu guru berkaitan dengan hal ini serta agar mulai dipikirkan pengaturan tempat yang dapat memantau semua kegiatan di sekolah.
  • Siswa-siswi Banjarnegara diharapkan mempunyai otak German dengan hati Mekkah.
  • Tim Pendidikan Karakter di sekolah sudah saatnya melakukan aksi yang nyata dari program pendidikan karakter dan diharapkan dibuat tulisan-tulisan motivasi yang dapat menumbuhkan karakter bangsa.

 

Acara Inti: Diseminasi Pendidikan Karakter Bangsa

a. Pendidikan Karakter oleh Dasuki, S.Pd., M.Pd.

  • Tujuan tentang materi pendidikan karakter bangsa yang didiseminasikan meliputi: pengertian pendidikan karakter, arti penting pendidikan karakter, cara implementasi pendidikan karakter, penyusunan silabus dan RPP berkarakter, dan implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
  • Ada 10 indikator yang menunjukkan karakter bangsa yang sedang menuju kehancuran menurut Thomas Lickeone (2003), yaitu: meningjkatnya kekerasan di tingkat remaja, penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk, pengaruh peer group dalam tindak kekerasan, meningkatnya perilaku merusak diri, semakin kabur pedioman moral untuk menilai baik dan buruk, menurunnya etos kerja, rasa hormat rendah pada guru maupun orang tua, rendahnya tanggung jawab individu dan warga negara, membudayanya perilaku ketidakjujuran, dan rasa saling curiga serta kebencian terhadap sesama dan seagama maupun berbeda agama.
  • 18 nilai karakter bangsa, meliputi: religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, toleransi, demokratis, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli sosial, cinta tanah air, dan tanggung jawab.

b.      Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian dalam Pembelajaran oleh Drs. Suka Bagyana, M.Pd.

  • Indikator awal sekolah berkarakter ada 3, yaitu: (1) bersih, rapi dan nyaman yang ditunjukkan dengan tersedianya toilet yang selalu bersih dan tersedia air serta fasilitasnya, bak sampah tersedia di tempat-tempat yang semestinya, tanaman di halaman dipelihara dan memberikan rasa sejuk, serta halaman dan ruang kelas yang bersih dan rapi; (2) Disiplin yang ditunjukkan dengan baik pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik datang tepat waktu dan pembelajaran berlangsung dengan baik, serta autran yang sudah disetujui oleh warga sekolah harus dilaksanakan dengan baik; dan (3) sopan yang ditunjukkan dengan guru dan tenaga yang rapi dan sopan.
  • Penilaian oleh pendidik meliputi 9 kegiatan, yaitu: (1) menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester, (2) mengembangkan indikator pencapaian KD dan pemilihan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran, (3) mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih, (4) melakukan tes, pengamatan, penilaian dan atau tugas lain, (5) mengoolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, (6) mengembalikan hasil penilaian kepada peserta didik disertai umpai balik/komentar yang mendidik, (7) memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, (8) melaporkan hasil penilaian kepada orang tua dalam bentuk rapor, dan (9) melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru PKn yang digunakan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik atau kurang baik.
  • Setiap satuan pendidikan mempunyai kewajiabn untuk melaksanakan review dan revisi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) termasuk silabus dan RPP tiap mata pelajaran pada tiap awal tahun pelajaran.
  • Form silabus berkarakter  memuat karakter yang diharapkan (untuk tiap KD memuat cukup 2 karakter, minimal 1 dan maksimal 3 agar dapat diamati dengan baik). Karakter yang dikembangkan diitempatkan pada sisi tengah diantara kolom materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran.
  • Hal yang perlu diperhatikan: (1) Penilaian karakter berupa nilai kualitatif (A, B, atau C) dan tidak dideskripsikan karena deskripsi sudah ada pada pedoman penilaian; (2) Setiap mata pelajaran tidak harus menilai semua aspek akhlak mulia dan kepribadian, (3) Guru Pendidikan Agama dan PKn bertanggung jawab terhadap nilai karakter yang belum ada; dan (4) Setiap akhir semester ada laporan nilai karakter kepada orang tua.

c.       Review Pendidikan Karakter oleh Drs. A. Saifudin Zuhri, M.Pd.

  • Data review pendidikan karakter diperoleh dari seluruh sekolah yang telah dikunjungi untuk monitoring dan evaluasi (monev) oleh Tim Pengawas Dindikpora Kabupaten Banjarnegara.  Review yang dilakukan meliputi 4 bagian, yaitu: (1) perencanaan, pelaksanaan dan penerapan pendidikan karakter, (2) silabus berkarakter, (3) RPP berkarakter, dan (4) penerapan nilai-nilai karakter bangsa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
  • Hasil review  perencanaan, pelaksanaan dan penerapan pendidikan karakter,  sebagai berikut: (1) bahwa dalam aspek manajemen setelah pembinaan pengawas maka semua SMA/SMK sudah melaksanakan kegiatan pada aspek manajemen meskipun masih ada yang lengkap baik dasar, latar belakang, tim, struktur program dan lampiran, serta ada juga sekolah yang belum lengkap hanya struktur program saja; (2) dalam aspek kegiatan pembelajaran sebagian besar guru sudah menyusun silabus berkarakter, tetapi belum sesuai acuan (memuat terlalu banyak karakter) dan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran belum optimal, (3) dalam aspek lingkungan upaya menciptakan lingkungan yang dapat menumbuh-kembangkan nilai-nilai karakter bangsa semua sekolah sudah melaksanakan sesuai kemampuan namun perawatan secara rutin belum dilaksanakan secara optimal; (4) dalam aspek sarana prasarana upaya sudah dilaksanakan namun masih banyak yang belum standar, serta sebagian kecil sekolah sudahb melaksanakan kegiatan penataan dan perawatan secara rapih, tertib dan berkelanjutan, misal: SMAN 1 Purwonegoro dan SMAN 1 Klampok; (5) dalam aspek program pengembangan diri di dalam dan luar sekolah sudah dilaksanakan kegiatan penanaman nilai-nilai karakter bangsa melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan, serta kegiatan ekstrakurikuler; (6) Hal-hal yang bersifat kontraproduktif dalam pendidikan karakter sudah disosialisasikan tetapi masih terjadi hal-hal yang kontraproduktif, misalnya: siswa dilarang merokok tetapi guru sendiri merokok; dan (7) aspek budaya sekolah terlihat bahwa nilai-nilai karakter bangsa sebagian sudah dibudayakan di sekolah.
  • Hasil review silabus berkarakter dinyatakan bahwa semua aspek dalam silbus berkarakter sudah dilaksanakan dengan baik sehingga tidak ada komentar kecuali pada satu aspek, yaitu penilaian belum memuat lembar pengamatan pendidikan karakter.
  • Hasil review  RPP berkarakter semua aspek sudah dilaksanakan dengan baik kecuali pada 2 bagian, yaitu: (1) aspek tujuan sebagian RPP belum memuat nilai karakter pada tujuan pembelajaran, dan (2) aspek penilaian sebagain besar RPP belum memuat lembar pengamatan karakter.
  • Hasil review penerapan nilai-nilai karakter bangsa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah: (1) dalam aspek pengkondisian/apersepsi sebagian besar guru belum menyampaikan tujuan pembelajaran, (2) dalam eksplorasi beberapa guru telah menggunakan berbagai pendekatan serta sebagian guru masih mendominasi proses pembelajaran, (3) dalam konfirmasi sebagian guru sudah memberikan motivasi nilai karakter, (4) dalam penilaian proses dan hasil belajar sebagian besar guru belum menilai karakter dalam pembelajaran, dan (5) dalam penutup sebagian guru belum membuat resume bersama siswa serta sebagian guru belum menyampaikan sajian matari yang akan datang.

Penutup    : Acara ditutup dengan membaca hamdallah.

Rekomendasi : Pendidikan karakter bangsa di sekolah termasuk SMK Negeri 2 Bawang secara praksis sudah dilaksanakan karena sesungguhnya dalam kegiatan pembelajaran dan interaksi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun interaksi antar seluruh warga sekolah mengandung muatan-muatan yang baik (good value) yang nota bene merupakan karakter bangsa. Akhir-akhir ini karena maraknya kasus dan kenakalan remaja yang sebagian besar menuju pada budaya hedonisme yang mengejar pada kesenangan sesaat tanpa berpikir panjang terhadap akibat buruk dari suatu tindakan menjadi keprihatinan bangsa,  untuk itu pendidikan karakter diharapkan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sekolah baik saat kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler. Hal ini mengandung konsekuensi bahwa secara administratif pun dari mulai perencanaan sudah dimuat nilai-nilai karakter yang hendak dikembangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan. Berangkat dari perencaan ini selanjutnya kegiatan pembelajaran musti menanamkan dan sekaligus mengamati hasil karakter yang ditanamkan tersebut termasuk pada akhir pembelajaran dinyatakan dalam nilai predikat amat baik, baik, maupun cukup dilihat dari apakah karakter yang ditanamkan sudah mulai tampak, mulai tertanam bahkan sampai terbudayakan. Jadi, guru disamping mengajarkan ilmu-ilmu sesuai dengan tuntutan silabus dan materi pelajaran (transfer of knowledge) juga dituntut untuk ikut berperan aktif dalam menanamkan karakter bangsa. Jika dicermati secara teliti ini sungguh luar biasa, guru sebagai manusia dewasa yang harus digugu dan ditiru benar-benar mempunyai peran yang strategis dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh, genarasi muda paripurna yang mempunyai IQ tinggi juga EQ, SQ, dan ESQ yang tinggi juga. So, guru mulialah engkau ketika menjadi guru yang sungguh-sungguh mengajar dan juga mendidik yang bukan hanya pekerjaannya mengajar saja. Jadi, andalah pahlawan sesungguhnya karena masa depan bangsa terletak pada anda untuk menjadi guru yang benar-benar digugu dan ditiru. ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s