SALAM UNTUK PARA PENJAHAT

Oleh: Agus Saefudin

 

penjahat nyengirKepada para penjahat ku tuturkan sebuah resah dan gundah entahlah apapun namanya perasaan dongkol, tidak enak hati, enek dan segala macam yang mendorong mulut ingin membuncahkan sejuta kata serapah dan do’a keburukan tentangmu. Demikian reaksi yang normal ditunjukkan orang yang tengah dijahati dan dibikin susah oleh tokoh antagonis atau kita biasa menyebutnya sebagai penjahat, pencoleng, perampok, perompak, maling, begundal, preman atau lainnya. Intinya barisan tokoh hitam yang membuat keresahan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan bermasyarakat bahkan tidak jarang tega merampok kebahagiaan yang tengah dijalani orang yang dia susah payah meraihnya tapi dengan mudah lenyap dalam sekejap.

Hai, penjahat … apa kabarmu dan bagaimana keadaanmu hari ini ? mudah-mudahan engkau dalam keadaan sehat badan dan kuharapkan engkau tidak terlampau lama menderita sakit mental dan hati. Benar demikian? Ini salam tulusku untukmu karena dalam benakku yang terpikir tentangmu adalah kau tentu berbadan besar dan kekar tak ada penyakit jasmani yang kau derita karena dengan raga sehatmu bukankah engkau dapat melakukan aktivitas dengan lancar dan nyaman sehingga sampai detik ini kau belum ditangkap massa atau polisi dan kau tetap menjalani hari-hari entah dengan kisah gelap seperti apa yang kau ingini. Ehm… engkau berbadan sehat sungguh aku yakin itu, tapi dugaanku engkau tentulah tak sehat iman, sakit mental dan juga mengalami sakit hati yang akut. Aku yakin prasangkaku ini tidaklah keliru karena banyak teman-temanku dan orang yang normal pastilah berpendapat demikian, engkau penjahat sehat badan saja tapi sakit iman, mental dan hati. Sayangnya dengan sakitmu ini engkau semakin eksis, aksi yang kau lakukan nyaris sempurna dan selalu berhasil sehingga kau tak merasa takut menghadapi kemungkinan terburuk, tertangkap polisi dan mendekam di penjara jauh dari keluarga dan orang terkasih atau bahkan ditangkap massa dan kau dihakimi tanpa peradilan yang dapat meregangkan bahkan melepaskan nyawamu secara sia-sia dalam kondisi hina dan barangkali jelas suul khotimah. Benar demikian ?

Pernahkah terpikarkan olehmu bahwa seperti kata pepatah sepandai pandai tupai melompat pastilah akan jatuh juga. Aku mengingatkan mumpung masih ada waktu dan kau belum terlanjur tertimpa nasib buruk sebagai akibat dari perbuatanmu sendiri. Coba kau pikirkan kembali bagaimana kecewanya orang-orang yang menyayangimu jika pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan bahwa orang yang dibanggakan dan diandalkan ternyata adalah seorang penjahat. Apakah pernah terpikir olehmu seandainya kau tertangkap dan dihakimi massa, kau dipukuli dan digebuki hingga berdarah-darah, bonyok, tak berdaya bahkan tidak menutup kemungkinan nyawamu melayang di tangan orang yang marah atas ulahmu ? Betapa jelek dan hinanya dirimu seandainya itu terjadi padamu. Tolong pikirkan lagi perasaan orang-orang yang menyayangi dan mencintaimu, seandainya rahasiamu terbongkar dalam kehinaan yang teramat sangat. Pujian bagimu tentulah akan berubah menjadi kekecewaan yang mendalam dan bisa jadi berubah menjadi caci maki tanpa henti. Tolong pikirkan lagi. Karena aku yakin tidaklah ada orang di dunia ini yang bercita-cita menjadi penjahat. Benar bukan ? bahkan akupun yakin, dalam masa kecilmu dulu tak pernah terpikirkan oleh mu bahwa kau akan bercita-cita menjadi penjahat tetapi mungkin sebab sesuatu hal yang mendesak yang membuatmu merasa tak ada pilihan atau terlampau terbukanya kesempatan berbuat jahat sehingga kau memilih terjun bahkan berkubang dalam dunia yang orang banyak menyebutnya sebagai dunia hitam. Yah… hitam sesuatu yang identik dengan kegelapan, kesedihan, kekalahan, penderitaan, dan ketidak bahagiaan.

Ehmm… Penjahat coba kita diskusikan tentang pilihan hidupmu kaitannya dengan hakikat kita sebagai manusia dengan beragam kisah dalam perjalanan menuju pada kematian. Eh, benar bukan? Bukankah kehidupan kita sesungguhnya bergerak menuju satu titik, yah titik akhir di dunia ditandai dengan kematian. Kisah menuju kematian ini diisi dengan yang disebut sebagai perjalanan dan perjuangan hidup untuk mengumpulkan bekal kebaikan sebanyak-banyaknya untuk kematian dan kehidupan sesudahnya yang lebih kekal. Engkau tahu tentang ini bukan?  Dan juga engkau tentunya tahu bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia kita senantiasa dihadapkan pada pilihan-pilihan, termasuk di dalamnya pilihan untuk menjadi baik-buruk, pahlawan atau pecundang, hitam atau putih, bahkan dalam profesipun banyak pilihan yang dapat kau tentukan, mulai dari menjadi guru, abdi negara, pedagang, juragan atau buruh, atau wiraswasta, profesi teramat banyak dan semuanya musti diperjuangkan untuk meraihnya. Tak ada yang instan, semua harus melalui proses dan perjuangan. Tidak ada bayi yang langsung berlari, tak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Dan untuk masalah yang satu ini kita bisa mengerucutkan kuncinya menjadi ikhlas, tekun, tabah, sabar dan istiqomah dalam upaya mencapai cita-cita dan impian hidup kita. Perjuangan memerlukan do’a. Demikian juga pengetahuan dan keterampilan yang kita punya musti diimbangi dengan nilai-nilai moral (afektif) sehingga banyak yang menyatakan kunci keberhasilan hidup bukan hanya kecerdasan intelektal tetapi bahkan perlu porsi yang lebih pada kecerdasan emosi, spiritual, dan tentunya juga kecerdasan transedental. Semuanya telah Allah tanamkan potensinya dalam diri kita yang oleh Gardner disebut sebagai kecerdasan ganda (multiple intelegence). Potensi yang ada ini memerlukan kesungguhan kita untuk mengaktualisasikan dalam kehidupan. Dan selalu pilihan-pilihan hidup itu kita juga yang menentukan.

Eh, tentu engkau juga pernah mendengar ayat yang artinya bahwa tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Dari ayat tersebut sudah jelas bukan bahwa hakikat kehidupan dalam semua aspek dan tindakan kita harusnya diniati ibadah untuk mengharap ridla Allah semata. Hal ini menurut saya seharusnya ditanamkan bahwa dalam kehidupan bukan hanya hal-hal materi saja yang menjadi orientasi tetapi juga hal-hal yang bersifat immateriil atau ukhrawi juga. Kalau ketentuan syar’inya seperti ini lantas engkau penjahat pada sisi mana engkau berdiri terhadap pilihan hidupmu sendiri ? Aku tidak tahu argumentasi apa yang mendasari pilihan hidupmu  menjadi penjahat yang berarti engkau berdiri pada sisi kelam dan hitam, berhadap-hadapan dengan kebaikan dan putih. Engkau melawan norma dan menjadi musuh masyarakat karena engkau pengganggu yang meresahkan. Bahagiakah engkau dengan pilihanmu ini ? aku yakin seharusnya kau tak bahagia namun mengapa engkau eksis dan menikmati sehingga semakin dalam engkau berkubang dan terjerumus semakin sulit engkau mentas dan kembali pada jalan yang benar. Mau sampai kapan? Apakah engkaupun bercita-cita ingin mengakhiri kisah hidup dalam cap sebagai penjahat? Ah, nistanya pilihanmu ini.

 

Engkau mungkin bisa menyampaikan argumentasimu bahwa hidup ini keras, tak cukup modal dan tak cukup dukungan untuk menggapai cita-cita dan meraih impian bahagia dan langkah yang tertempuh. Engkau pun bisa menyampaikan bahwa tak ada pilihan sehingga terpaksa engkau memilih jalan yang salah ini, bahkan kau dapat menguatkan pembelaanmu dengan menyampaikan bahwa menjadi penjahat demi survive  di dunia karena tak ada lagi orang yang percaya dan memberi kesempatan padamu untuk menjadi manusia yang baik. Ah, beribu argumentasi dapat kau sampaikan untuk pembenaran atau sebagai penenang terhadap pilihan yang kau putuskan. Benarkah kau siap dengan konsekuensi dari pilihan hidup mu ini? Dalam sejarah dunia tidak ada penjahat yang berakhir bahagia, engkau mungkin tahu kisah Abu Jahal dan Abu Lahab pada jaman kenabian Muhammad SAW. ia adalah antagonis yang berakhir dengan kehinaan. Saya pikir, engkau juga mengetahui kisah Al Capone penjahat dahsyat yang legendaris, betul ia dapat mencapai semua keinginan dan hidup senang tetapi endingnya dia mati secara mengenaskan diberondong peluru dan kalah. Demikian juga dalam kisah-kisah modern penjahat selalu kalah dan berakhir tragis, pun dalam kehidupan di sekitar kita. Berapa banyak penjahat yang mati sia-sia secara mengenaskan karena dihakimi massa atau tertangkap secara hina dan dipenjara. Tak ada kisah penjahat yang jaya selamanya. Itu baru urusan di dunia.

Diskusi kita akan semakin menarik jika engkau bersedia membahas tentang hari pembalasan di yaumil kiamat nanti, karena seperti yang engkau ketahui bahwa kebaikan sekecil apapun akan ditimbang dan  dibalas dengan kebaikan pula yakni syurganya Allah, demikian juga dengan kejahatan sekecil biji dzarahpun tetap akan ditimbang dan dibalas dengan nerakanya Allah. Naudzubillah min dzalik. Lalu kalau engkau menjadikan penjahat sebagai profesi apalagi engkau bangga dengan kejahatanmu, lepas dari apapun alasanmu tentu kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dan kaupun tahu bukan, neraka adalah jawaban atas pilihan yang kau tentukan. Tidakkah kau ngeri dengan kondisi ini? Kau tak perlu menjawabnya dengan lisan dan kau teriakkan, tolong cukuplah ini kau renungkan dan pikirkan kembali. Benarkah ini jalan yang kau pilih ? sekali lagi tolong renungkan dan pikirkan kembali, mumpung kau masih diberi kesempatan, mumpung nyawa masih dikandung badan.

 

Kepada penjahat entah dimanapun engkau berada, ku sampaikan salam semoga engkau tetap dalam keadaan sehat dan bersegeralah kembali meski sedalam apa kau terjerumus dan sekotor apa engkau berkubang. Selama masih ada waktu, selagi masih ada kesempatan maka manfaatkan dan segeralah bertobat kembali pada jalan yang benar. Keluarga dan orang-orang yang mencintaimu jangan kau kecewakan, berilah mereka cinta kasih dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kembalilah, teramat sayang jika waktu yang tersedia terbuang percuma dan semakin menjerumuskanmu…. Pulanglah ke pangkuan bunda karena beliau menyayangimu dengan sepenuh hati terhadapmu dalam keadaan apapun. Pulang, ambillah wudlu dan hadapkan wajahmu pada sang pemilik semesta, Allah SWT. karena dari-Nya engkau berasal dan kepada-Nya engkau akan dikembalikan. Tentu kuharapkan engkau secepatnya sadar dan bertobat dan kudo’akan semoga kau dapat meraih kebahagiaan sejati, di dunia dan akhirat. Dan akhirmu, semoga khusnul khotimah.

Semoga Allah meridlai ….

Malam di Mantrianom Bawang Banjarnegara, 07 Mei 2013. 

Saat sepi ku sampaikan salam padamu para penjahat, teriring do’a semoga hidayah Allah sampai ke hatimu dan kau menjadi manusia yang lebih baik lagi……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s