SMK NEGERI 2 BAWANG: MENUJU SEKOLAH IDEAL ?

Oleh: Agus Saefudin, S.Pd.

 

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negera. Sejalan dengan hal tersebut SMK Negeri 2  Bawang menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembelajaran yang terencana dan berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pul yang ditunjukkan dengan mampu dan proaktif menjawab tantangan jaman yang selalu berubah.

SMK Negeri 2 Bawang sebagai penyelanggara pendidikan kejuruan senantiasa berupaya secara sungguh-sungguh membentuk tenaga kerja terampil tingkat menengah. Hal ini sesuai dengan pendapat Finch dan Crunkilton (1999: 4) yang menyatakan tujuan akhir kurikulum pendidikan kejuruan tidak hanya diukur melalui pencapaian prestasi berupa nilai tetapi melalui unjuk kerja di dunia kerja. Dengan demikian, kurikulum pendidikan kejuruan berorientasi pada proses berupa pengalaman-pengalaman dan kegiatan-kegiatan dalam lingkungan sekolah serta produk yang merupakan efek dari pengalaman dan kegiatan pembelajaran. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut kurikulum yang diterapkan oleh SMK Negeri 2 Bawang senantiasa memperhatikan 3 hal mendasar, yaitu: (1) kegiatan pembelajaran yang dilakukan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan karakteristik dan budaya bangsa yang luhur, (2) kegiatan pembelajaran juga harus memberikan sesuatu yang bermakna, baik yang ideal maupun pragmatis sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dan (3) kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan harus memberikan arah yang terencana bagi kepentingan bersama peserta didik, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

SMK Negeri 2 Bawang berupaya mewujudkan diri sebagai sekolah unggul dan berkualitas yang bukan hanya sebagai tempat kegiatan pembelajaran tetapi juga laboratorium bagi kehidupan nyata siswa di tengah deras perubahan globalisasi dan tantangan jaman yang sangat dinamis. SMK Negeri 2 Bawang mengupayakan bahwa sekolah merupakan cermin yang memberikan gambaran nyata tentang kompetitifnya persaingan dalam dunia kerja yang nyata sehingga sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan tetapi juga sikap mental yang mewujud dalam karakter yang kuat dan tangguh. Hal ini tertuang dalam motto sekolah yang bukan hanya dalam kalimat dan slogan penyemangat tetapi menjadi rel dalam mewujudkan lulusan yang berkualitas, yaitu SMK Negeri 2 Bawang TOP yang berarti siswa-siswanya T = terampil, O = Optimis, dan P = profesional.

Sekolah ideal  bagi SMK Negeri 2 Bawang adalah sekolah yang bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan ansich tetapi sekolah yang secara komprehensif dan integratif memandang bahwa manusia adalah makhluk yang khas dan unik sehingga harus dimaksimalkan potensinya secara utuh baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan diharapkan adalah sosok manusia paripurna yang bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tetapi juga mempunyai kecerdasan emosi (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan ganda (MQ) juga kecerdasan transedental (TQ). Acuan mutu untuk menjamin ketercapaian sekolah ideal dengan demikian menjadi penting dalam pelaksanaan seluruh kegiatan.

Acuan mutu yang digunakan untuk pencapaian mutu pendidikan pada SMK Negeri 2 Bawang adalah Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan sistem manajemen mutu berstandar internasional ISO 9001:2008. Standar nasional pendidikan adalah standar yang dibuat oleh pemerintah sedangkan standar manajemen ISO 9001:2008mengacu pada klausul-klausul manajemen mutu berstandar internasional. SNP dipenuhi secara sistematis dan bertahap. Delapan standar nasional pendidikan, meliputi: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian. Kedelapan SNP tersebut memiliki keterkaitan yang erat antara satu dengan lainnya dan sebagian santar menjadi prayarat bagi pemenuhan standar yang lainnya. Dalam kerangka sistem, komponen input sistem pemenuhan SNP adalah standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, dan standar pembiayaan. Bagian yang trmasuk pada komponen proses adalah standar isi, standar proses, dan standar evaluasi, sedangkan bagian yang termasuk pada komponen output adalah standar kompetensi lulusan (SKL).

SMK Negeri 2 Bawang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun dan dikembangkan secara mandiri oleh seluruh dewan guru dan didukung oleh komite sekolah dengan melibatkan secara aktif dunia usaha/industri (DU/DI) di bawah bimbingan pengawas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara. Kurikulum yang dikembangkan ini berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam serta sosial dan budaya. Dalam kurikulum diatur pengembangan diri siswa yang dilaksanakan melalui kegiatan ekstra kurikuler dan konseling. Kegiatan ekstra kurikuler dilaksanakan secara terprogram bagi semua siswa sesuai dengan minat dan bakat siswa. Di samping untuk pengembangan diri siswa, kegiatan ekstra kurikuler juga berorientasi untuk  meraih prestasi baik akademik maupun non akademik. Kegiatan konseling yang dilakukan diperuntukkan bagi semua peserta didik yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.

Sesuai dengan standar proses, kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui perencanaan yang matang yang ditunjukkan dengan: (1) kualitas silabus yang disusun dan dikembangkan secara mandiri oleh tiap guru mata pelajaran, (2) kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun dan dikembangkan secara mandiri oleh setiap guru mata pelajaran, dan (3) sumber belajar yang lengkap yang ditunjukkan dengan ketersediaan buku teks, buku panduan, internet, lingkungan dan sumber-sumber belajar lain. Pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas dipastikan akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula, sehingga kualitas pengelolaan kelas saat kegiatan pembelajaran mendapatkan perhatian disamping pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan (RPP) baik mulai dari kegiatan pendahuluan, inti dan juga penutup. Pemantauan, pengawasan, dan evaluasi mempunyai peran yang penting dalam menjamin kualitas pelaksanaan pembelajaran.

Kompetensi lulusan yang berupaya diwujudkan oleh SMK Negeri 2 Bawang adalah lulusan berkualitas yang merupakan pengejewantahan dari manusia paripurna yang bukan hanya memiliki pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan serta dilandasi nilai-nilai keimanan. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan adalah manusia yang cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berakhlak mulia, memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, berfikir logis dan analisis, memiliki rasa seni dan memahami budayanya, sehat jasmani,  rohani dan sportif serta siap hidup mandiri dan tanguh dalam menjawab tantangan jaman. Manusia paripurna seperti inilah yang berusaha diwujudkan oleh SMK negeri 2 Bawang.

Penilaian sebagai bagian tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran mempunyai peran yang penting sebagai kendali mutu lulusan. Guru SMK Negeri 2 Bawang membuat rancangan penilaian yang menggunakan berbagai teknik penilaian, yaitu: tes untuk preetasi belajar, pengamatan untuk perilaku, lembar penilaian untuk proses pencapaian kompetensi dan uji kompetensi produktif untuk penilaian pencapaian kompetensi produktif. Prosedur penilaian dijalankan dengan benar, melalui langkah: (1) guru melaksanakan penyusunan instrumen yang memenuhi syarat substansi, konstruksi, dan bahasa, (2) sekolah melakukan validitas empiric terhadap instrumen penilaian yang telah disusun, dan (3) sekolah memiliki instrumen penilaian yang berkualitas. Kegiatan penilaian yang dilaksanakan, meliputi: (1) penilaian oleh guru dalam kegiatan ulangan harian, ulangan tengah  semester dan ulangan akhir semester, (2) penialian oleh sekolah dalam rangka menentukan nilai akhir peserta didik termasuk kenaikan kelas dan kelulusan, serta (3) penilaian oleh pemerintah melalui ujian nasional. Pemantauan penilaian yang berkualitas dan tindak lanjutnya dilaksanakan secara sistematis terhadap kualitas soal yang digunakan dan terhadap pelaksanaan ujian.

Komponen guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas juga akan menentukan output yang dihasilkan, untuk itu SMK Negeri 2 Bawang berupaya memenuhi jumlah dan kualitas guru serta tenaga kependidikan yang kompeten sesuai dengan bidang keilmuannya sehingga dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas.

Sarana dan prasarana idealnya memenuhi rasio 1 kelas untuk 1 rombel sehingga tidak ada moving class untuk pembelajaran umum (normatif dan adaptif). Potensi siswa akan tergali secara maksimal jika didukung oleh sarana dan prasarana yang memadahi yang ditunjukkan dengan lahan yang luas untuk kegiatan olah raga dan pengembangan diri, ruang kelas yang kondusif, ruang perpustakaan yang luas dan nyaman dengan koleksi buku yang memadahi serta tersedianya sumber belajar berbasis internet, laboratorium/bengkel praktik yang memiliki alat dan bahan praktik lengjap seperti halnya dunia kerja nyata, tersedianya tempat ibadah yang representatif, dukungan ruang UKS dan konseling yang nyaman, adanya taman yang hijau dengan sirkulasi yang teduh, didukung pula dengan ruang kerja guru, pimpinan dan tata usaha yang nyaman. Lebih lanjut sarana dan prasarana yang diadakan dan dikembangkan senantiasa berorientasi pada pelayanan prima untuk kenyamanan kegiatan pembelajaran dan optimalisasi potensi peserta didik.

SMK Negeri 2 Bawang sudah seharusnya dikelola secara profesional yang ditunjukkan dengan pelaksanaan manajemen yang rapi berstandar internasional. Dalam tiap kegiatan yang dilaksanakan selalu melalui perencanaan program yang matang, pelaksanaan rencana kerja yang maksimal, dengan supervisi, pengawasan dan evaluasi yang prima yang didukung dengan sistem informasi manajemen yang handal. Dalam hal pembiayaan maka dilaksanakan penyusunan program pembiayaan yang akurat, penetapan besaran biaya operasi non personalia, ATS dan BAHP yang tepat dan pelaporan pengelolaan program pembiayaan yang tertib. Dengan model seperti ini maka pengelolaan dan pembiayaan sekolah dapat berjalan dengan baik.

Uraian di atas akan seperti teori saja jika tidak diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran nyata yang berkualitas, tentunya dibutuhkan keistiqomahan dari segenap warga sekolah untuk bersungguh-sungguh berjuang mewujudkan generasi emas yang paripurna dan tangguh menhadapi tantangan jaman yang semakin berat dengan perubahan yang sangat cepat. Jadi, mungkinkah SMK Negeri 2 Bawang, sekolah tercinta ini mewujud sebagai sekolah ideal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s