MODEL-MODEL PEMBELAJARAN ABAD XXI

APA DAN MENGAPA PEMBELAJARAN ABAD XXI

Apa dan mengapa pembelajaran abad 21 perlu menjadi referensi para guru sebagai pendidik professional yang kesehariannya bergelut dengan upaya memfasilitasi pembelajaran yang terbaik bagi peserta didik. Pembelajaran merupakan upaya memfasilitasi peserta didik untuk mengalami proses belajar sehingga peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran abad 21 adalah upaya memfasilitasi peserta didik di abad 21 untuk mengalami pengalaman belajar terbaik sehingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Makna abad 21 melekat dengan kondisi peserta didik di abad ini.

Pada hakikatnya proses pendidikan diadakan untuk memfasilitasi anak mencapai tujuan tertentu. Diantara tujuan yang ingin dicapai adalah perkembangan pribadi anak dan kompetensi yang disyaratkan. Dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional diatur dalam UU sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3, yaitu:
…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Tujuan pendidikan di atas (UUSPN No. 20/2003) mengarah pada pertumbuhan pribadi anak. Tujuan pendidikan ini merupakan tujuan jangka panjang, sedangkan tujuan jangka pendek tertuang dalam standar kompetensi lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan.

Keberadaan tujuan-tujuan pendidikan tidak lepas dari kepentingan anak. Anak menjadi fokus utama penyelenggaraan pendidikan. Demikian halnya dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional ini bertumpu pada perkembangan pribadi anak sehingga anak mampu hidup dalam dunianya di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pendidikan selalu dikaitkan dengan keberadaan anak dalam proses pendidikan dan masa depannya.

Pendidikan di zaman Belanda, kemerdeakaan, dan saat ini memiliki karakteristik yang khas sesuai dengan konteks yang ada pada saat itu. Demikian halnya pendidikan abad 21 itu memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan abad sebelumnya. Apa yang membedakannya? Misal Tony Wagner dalam bukunya The Global Achievement Gap (2000) menyebutkan tujuh keterampilan yang harus dimiliki oleh para peserta didik di abad 21, yaitu:
1. Critical Thinking and Problem Solving
2. Collaboration across Networks and Leading by Influence
3. Agility and Adaptability
4. Initiative and Entrepreneurialism
5. Effective Oral and Written Communication
6. Accessing and Analyzing Information
7. Curiosity and Imagination

Keterampilan-keterampilan ini dinilai penting untuk dikuasai oleh anak untuk dapat hidup lebih baik di abad 21. Keterampilan ini dikaitkan dengan kondisi IPTEK, lingkungan (geografis, sosial, budaya, ekonomi), dan semakin ketatnya persaingan antar orang sedunia. Berdasarkan keterampilan yang harus dimiliki anak, pendidikan diarahkan supaya peserta didik dapat menguasai berbagai keterampilan yang dibutuhkan tersebut. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendidikan diselenggarakan supaya peserta didik mampu hidup di masa depan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mengapa pendidikan abad 21 ini penting bagi pendidikan di Indonesia saat ini, karena pendidikan diselenggarakan untuk memfasilitasi anak supaya mereka dapat hidup lebih baik di masa yang akan dating, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi, maupun dari sisi lingkungan hidup. Jika peserta didik dididik dengan situasi dan kondisi masa lalu, maka anak akan sangat bingung untuk menghadapi lingkungannya di masa depan.

MODEL PEMBELAJARAN UNTUK ABAD XXI

Model pembelajaran secara sederhana diartikan cara atau teknik memfasilitasi anak untuk belajar yang terbaik. Cara/teknik yang digunakan oleh seorang guru bergantung pada: 1) karakteristik peserta didik, 2) karakteristik kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik, 3) daya dukung lingkungan belajar, termasuk ke dalam daya dukung adalah kemampuan guru dalam memfasilitasi pembelajaran anak. Model pembelajaran abad 21 merupakan cara/teknik yang digunakan guru untuk memfasilitasi pengaman belajar terbaik anak sesuai dengan kondisi anak, lingkungan belajar anak, dan daya dukung yang dimiliki. Untuk itu kita harus menguraikan apa yang menjadi karakteristik pembelajar abad 21 ini.

Pengkategorian karakteristik lainnya dikembangkan oleh http://www.education.alberta.ca yang mengidentifikasi karakteristik pembelajar abad 21 adalah: 1) sangat nyaman dengan globalisasi dan pengaruhnya terhadap bagaimana kita bekerja dan bersosialisasi. Mereka menampakkan sikap yang lebih santai dan terbuka terhadap lingkungan sosial yang dinamis di sekitarnya. 2) cenderung menunjukkan penerimaan dan toleransi yang tinggi terhadap orang lain. Mereka juga mengharapkan hal yang sama berupa keterbukaan, pilihan-pilihan, fleksibilitas baik di sekolah maupun di dunia kerja. 3) memiliki harapan yang tinggi terhadap relevansi dan makna kerja mereka. 4) memiliki hubungan yang erat dengan internet. 5) memiliki keterampilan belajar abad 21, yaitu: literasi dalam teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah, keterampilan interpersonal dan mengarahkan diri, kepedulian global, finansial, ekonomi, bisnis, dan melek kewarganegaraan. Dan 6) yang paling penting adalah bagaimana menjaga keberlanjutan belajar dalam kehidupan mereka.

Karakteristik pembelajar abad 21 ini menjadi penting untuk diketahui oleh para guru dan orang tua supaya dapat mengetahu bagaimana cara/teknik memfasilitasi pembelajarannya.

Cara/teknik pembelajaran yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran abad 21 ini meliputi:
1) pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
2) multi interaksi dalam proses pendidikan,
3) lingkungan belajar yang lebih luas,
4) peserta didik aktif menyelidiki dalam proses belajar,
5) apa yang dipelajari kontekstual dengan anak,
6) pembelajaran berbasis tim,
7) objek yang dipelajari relevan dengan kebutuhan anak,
8) semua indera anak didayagunakan dalam proses belajar,
9) menggunakan multimedia (khususnya ICT),
10) hubungan guru dengan siswa adalah kerjasama untuk belajar bersama,
11) peserta didik belajar sesuai dengan kebutuhan individual, sehingga layanan pembelajaran lebih individual juga,
12) kesadaran jamak (bukan individual),
13) multi displin,
14) otonomi dan kepercayaan,
15) mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis,
16) guru dan siswa sama-sama saling belajar.
(Sumber: dikembangkan dari “Paradigma Pendidikan Abad 21”, BSNP, 2010).

Joyce, Weil, & Calhoun (2009-Edisi kedelapan) dalam bukunya Model of Teaching mengemukakan empat kelompok model pengajaran, yaitu kelompok: 1) model yang memproses informasi, 2) model interaksi sosial, 3) model pengajaran personal, 4) model sistem-sistem perilaku.

(Materi: Bintek Model PBM oleh Cepi Triatna)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s